Berita

LEMBAGA PENGEMBANGAN INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN (LPIK) ITB

Halofina Terima Pemodalan Pre-Series A dari Mandiri Capital Indonesia

  • 30 Nov 2019 11:55
  • Cytra Ria A

Bandung, lpik.itb.ac.id - Jumat (29/11) berlokasi di Menara Mandiri II Jakarta, salah satu tenan startup LPIK, Halofina, mengumumkan mendapat suntikan modal pre-series A dari Mandiri Capital Indonesia bersama Finch Capital. Hal tersebut merupakan upaya untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan milenial.

Besaran angka pendanaan yang diperoleh Halofina disepakai untuk tidak disclouse, namun pada industri venture capital, pendanaan tipe pre-series A sendiri memiliki kisaran investasi sebesar US$1juta hingga US$5juta.

CEO Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro, mengungkapkan pihaknya selakuk lead investor pada pendanaan ini sangat tertarik dengan ide Halofina dan berharap untuk dapat terlibat dalam mendorong perusahaan ini tumbuh ke depannya.

"Bagi kami (Mandiri Capital), investasi melalui Halodina ini sangat strategis untuk memperkuat presence Mandiri Group di kalangan milenial serta di industri tekfin secara global. Investasi ini juga menegaskan keinginan Mandiri Group untuk merangkul industri tekfin dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air", tutur Eddi.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya terus mencari usaha rintisan (startup) tekfin potensial yang mampu menghadirkan efisiensi dan kemudahan usaha dari aspek finansial. Terhitung dengan Halofina, saat ini Mandiri Capital Indonesia telah memberikan penyertaan modal pada 13 tekfin lainnya, seperti Amartha, PrivyID, Moka dan Investree.

"Tahun depan, kami berencana untuk berinvestasi lagi di 2 atau 3 startup" lanjut Eddi.

Venture capital lain yang ikut ambil bagian dalam pendanaan pre-series A Halofina adalah Finch Capital. Berasal dari Belanda, Finch Capital sangat optimis dengan potensi Wealth Management di generasi milenial dan percaya bahwa Halofina berada di jalur yang tepat.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Halofina, Adjie Wicaksana, mengatakan bahwa suntikan modal ini akan digunakan untuk mengembangkan Halofina sehingga berpeluang meraih pendanaan tipe series A dalam waktu yang singkat yakni pada pertengahan tahun depan.

Halofina merupakan aplikasi perencana keuangan digital yang dapat membantu pengguna dalam mengelola keuangan pribadi, mendapatkan rekomendasi strategi investasi serta terhubung dengan berbagai produk investasi.

"Kami meyakini generasi milenial ini akan menjadi motor penggerak ekonomi dan potensi pasar wealth management di segmen ini sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Harapannya nanti Halofina juga dapat digunakan oleh Perbankan, Asuransi dan Manajemen Investasi", ucap Adjie.

Saat ini Halofina telah tercatat di Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK Sandbox) kategori Digital Financial Planner. Sejak meluncurkan integrasi produk reksa dana pada Maret 2019, hingga saat ini Halofina memiliki lebih dari 15.000 pengguna dan mengoleksi lebih dari 50.000 life plan (financial goals) penggunanya. Halofina optimis dari dukungan pendanaan yang diperoleh, akan ada pertambahan pengguna menjadi lebih dari 500.000 dalam satu tahun ke depan.

"Sejak awal Halofina berdiri, misi kami adalah ikut serta mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia melalui solusi berbasis teknologi. Kami sangat bersyukur dengan dukungan dari MCI dan Finch Capital. Pendanaan ini bagi kami adalah sebuah kepercayaan dan harapan untuk dapat bekerja dan berkontribusi lebih banyak bagi masyarakat", jelas Eko Pratomo selaku Co-Founder dan Chairman Halofina.

Eko menambahkan pendanaan pre-series A yang didapat Halofina akan difokuskan untuk pengembangan produk, penguatan tim dan memperluas kerjasama strategis.

Dalam tiga tahun terakhir, literasi keuangan di Indonesia meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dari kegiatan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang ketiga pada 2019. Menurut hasil survei, indeks literasi keuangan mencapai 38,03% atau naik 8,33% dari posisi tahun 2016 yang mencapai 29,7%. Selain literasi keuangan, hasil survei OJK juga mencatat bahwa indeks inklusi keuangan menembus angka 76,19% atau naik 8,39% dari sebelumnya 67,8% pada 2016.

Sejalan dengan itu, solusi yang ditawarkan Halofina diharapkan dapat terus mendukung misi OJK dan pemerintahan Joko Widodo dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di kalangan milenial.

Komentar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar