Inkubasi LPIK

Jan 09, 2017 Admin

PERANAN INKUBATOR BISNIS

Berdasarkan sejarah pendiriannya, inkubator bisnis memiliki peran dalam membantu keberhasilan usaha-usaha baru. Konsep ini sangat relevan untuk diimplementasikan di Indonesia. Karena itu arah dan pengembangan inkubator bisnis ditujukan untuk membantu pelaku usaha baru dan pelaku usaha lama yang memiliki usulan produk dan jasa yang baru. Jenis usaha dan tipe inkubator bisnis memberikan gambaran fasilitas yang dapat diberikan inkubator bisnis kepada pelaku usaha baru. Pengembangan inkubator bisnis secara praktis mendorong penciptaan dan membantu pertumbuhan usaha baru secara khusus berkaitan dengan tema-tema inovasi dalam suatu produk. Pengembangan inkubator bisnis di perguruan tinggi memiliki sasaran dalam membantu proses komersialisasi hasil penelitian di perguruan tinggi yaitu membangun usaha baru yang berasal dari hasil penelitian dan mendorong civitas akademik dan alumni untuk menjadi pelaku usaha.

Konsep pengembangan inkubator bisnis harus dibedakan dengan konsep-konsep pengembangan UMKM pada umumnya. Inkubator bisnis memiliki fokus pada startup yang memiliki kandungan inovasi yang tinggi dengan karakteristik pada nilai tambah produk atau jasa yang dihasilkan. Pelaku usaha yang menjadi target inkubator bisnis harus dirumuskan secara jelas meliputi produk, anggota tim manajemen, jenis usaha, tingkat pendidikan para pelaku.   Startup diluar yang menjadi target inkubator dilakukan sepenuhnya oleh lembaga-lembaga yang sudah tersedia dan sudah berjalan bertahun-tahun, sehingga inkubator bisnis merupakan pelengkap dalam upaya pengembangan pelaku-pelaku usaha baru. Inkubator Bisnis dengan tanggung jawab yang besar, memerlukan pendanaan yang dapat mendukung operasional lembaga. Sistem pendanaan operasional inkubator bisnis, khususnya pada tahap awal pendirian lebih banyak berasal dari lembaga induk pendiri inkubator.

Program stimulasi yang mendorong sejumlah pihak untuk bersedia membangun sebuah inkubator bisnis telah melahirkan sejumlah inkubator bisnis , namun lahirnya inkubator bisnis tersebut  harus  dilandaskan pada penentuan tujuan pembentukan inkubator bisnis. Pada kasus-kasus tertentu pendirian inkubator bisnis merupakan kebutuhan pasar yang alamiah sebagai contoh adalah pendirian inkubator bisnis oleh Institut Teknologi Bandung dilandaskan pada kebutuhan untuk mendorong komersialisasi hasil-hasil riset yang telah dihasilkan oleh staf akademik dengan harapan hasil riset dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.


FOKUS INKUBATOR BISNIS

Fokus inkubator bisnis merupakan target yang menjadi sasaran layanan inkubator bisnis. Target setiap pengembangan inkubator bisnis dapat diarahkan menjadi sangat lebar tergantung fokus yang ingin menjadi terget dari setiap inkubator bisnis. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan fokus inkubator bisnis adalah tujuan utama pembentukan inkubator bisnis. Inkubator bisnis yang digagas perguruan tinggi bisa berbeda dengan inkubator bisnis yang inisiatifnya datang dari pemerintah daerah. Jenis produk yang akan ditangani dapat juga berbeda, perguruan tinggi yang kental nuansa pertanian kemungkinan pengembangan inkubator bisnis akan mengarah pada sektor pertanian sementara perguruan tinggi yang menonjolkan teknologi akan lebih tertarik dalam upaya penciptaan produk-produk teknologi.

Hal yang paling penting dalam konteks Indonesia adalah melihat program-program pembinaan   startup yang telah dilakukan oleh pemerintah. Secara prinsip pengembangan startup  tidak banyak berbeda , sehingga kehadiran inkubator bisnis bersifat melengkapi dan tidak menjadikannya tumpang tindih dengan program-program pengembangan startup  lainnya.Untuk membedakan konsep inkubator bisnis dan pembinaan startup  pada era sebelumnya inkubator bisnis perlu menetapkan sasaran yang meliputi jenis usaha, produk sumber daya manusia yang segmen yang akan ditangani. Karakteristik yang seharusnya menjadi target bagi inkubator bisnis diantaranya :

·         Fokus Pada Nilai Tambah Baru

Inkubator bisnis berfokus produk nilai tambah baru, produk yang belum pernah ditawarkan sebelumnya, fokus pada nilai tambah menjadikan inkubator bisnis berperan dalam mendorong pertumbuhan lahirnya usaha-usaha baru.

·         Produk Teknologi

Kemunculan ekonomi baru berawal dari perkembangan teknologi, teknologi membuka peluang bagi bisnis-bisnis baru yang sebelumnya tidak tersedia, inkubator bisnis memiliki peluang berkembang dengan memperhatikan teknologi baru,misal kelahiran teknologi telekomunikasi telah melahirkan peluang industri konten yang lebih luas.

·         SDM Berpendidikkan

Individu yang memiliki peluang untuk menangkap peluang bisnis dari kemunculan suatu teknologi adalah sumber daya manusia yang berpendidikan. Pada umumnya individu yang memilih menjadi entrepreneur adalah individu yang gagal mendapatkan pekejaan setelah menyelesaikan pendidikkan. Harapan yang ingin diciptakan adalah menjadikan  entrepreneur sebagai pilihan yang telah direncanakan bukan karena faktor keterpaksaan .



TAHAPAN PROSES INKUBASI ATAU PENDAMPINGAN TENANT

Pendampingan tenant merupakan tahap kunci pada pelaksanaan proses inkubasi. Sebagai sebuah lembaga yang mempunyai misi menghasilkan entrepreneur dan enterprise melalui pemberian pelayanan dan fasilitas yang diperlukan oleh calon entrepreneur, Divisi Inkubasi Industri dan Bisnis (IIB) LPiK ITB harus memiliki mekanisme pendampingan tenant yang menyeluruh dan terstruktur. Merujuk pada salah satu tujuan Divisi IIB LPiK  ITB, yaitu memperlancar proses penciptaan usaha dari berbagai kompetensi ITB, maka pola pendampingan tenant yang disusun pada lampiran ini diupayakan dapat mengakomodasi kebutuhan dan kultur masyarakat ITB.

Technopreneur sebagai model entreprenurship di bidang teknologi, memiliki berbagai keunggulan yang lebih dari usaha tradisional. Tantangan yang dimiliki jelas akan lebih berat. Bukan hanya karena usaha ini merupakan usaha yang memiliki kandungan teknologi tinggi, tetapi juga karena usaha yang didirikan merupakan usaha baru. Sehingga membutuhkan berbagai strategi dan pola manajemen yang terarah. Pola pendampingan tenant yang akan dikembangkan di Divisi IIB LPiK ITB, terdiri dari tiga tahapan. Ketiga tahapan ini merupakan klasifikasi pendampingan yang dilakukan terhadap tenant IIB. Istilah yang digunakan adalah tahap. Tahap A merupakan tahap pertama, diperkirakan berlangsung selama maksimal 3 bulan. Pada tahapan ini seorang tenant mendapatkan orientasi mengenai dunia kewirausahaan dan berupaya untuk memunculkan jiwa kewirausahaan pada dirinya.

Tahap B merupakan tahapan selanjutnya. Tahapan ini dapat dijalani oleh tenant yang lulus tahap B. Pada tahapan ini, seorang tenant mulai mempelajari konsep berwirausaha secara menyeluruh. Mulai dari menentukan berbagai aspek yang diperlukan hingga akhirnya membuat business plan yang layak untuk diterima lembaga keuangan. Tahapan ini dapat ditempuh selama maksimal 6 bulan. Tahap C sebagai tahap terakhir merupakan tahap implementasi bisnis yang sesungguhnya. Pada tahap ini, seorang tenant mulai menjalankan proses produksi, hingga pemasaran produk. Tahap ini merupakan proses pembelajaran di lapangan. Pada tahap ini seorang tenant sudah mulai diarahkan untuk melakukan bisnis. Tahap ini dapat ditempuh maksimal 15 bulan. Penentuan waktu yang panjang, didasarkan pada karakteristik perusahaan secara umum. Sebuah perusahaan baru dinyatakan sudah mampu bertahan jika dapat eksis dan berkembang setelah melalui masa 15 bulan.



© LPIK ITB | Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan. Peta Situs