Gedebage

Apr 20, 2017 Admin

1. Pendahuluan

Bandung Tekno Polis sebagai kawasan yang diusulkan menjadi salah satu lokasi innovation park. Lokasi di kawasan Gede Bage Bandung tersebut dipilih berdasarkan kesesuaiannya dengan tata ruang dan tingkat aksesibilitasnya yang baik. Kondisi aksesibilitas yang baik akan mendorong terjadinya perkembangan kegiatan di dalam kawasan innovation park . Faktor lainnya yang menjadi pertimbangan pemilihan lokasi adalah faktor kedekatannya dengan hulu dan hilir industri serta keberadaanya yang menjadi pusat daya tarik (spot of interest).

Kawasan Gedebage merupakan kawasan yang direncanakan sebagai pusat primer (selain Alun-alun) yang melayani wilayah timur Kota Bandung. Sejalan dengan rencana pengembangan kawasan sebagai pusat primer Kota Bandung, berbagai kelengkapan permukiman, komersial, dan fasilitas penunjang skala kota (seperti sarana olah raga, kesehatan, dan permukiman) direncanakan dan telah mulai dibangun di sini. Kedekatannya dengan pusat kegiatan masyarakat, dapat mendukung kegiatan inovasi yang dilakukan oleh innovation park. Selain itu, dengan keberadaan innovation park di Gedebage dapat memicu percepatan pembangunan di kawasan ini.


2. Lahan Innovation Park di Kawasan Bandung Technopolis

Dalam rangka pengembangan Bandung Innovation Park ini , ITB akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan pengembang kawasan tersebut, yaitu PT. Summarecon, dalam hal penyediaan lahan di kawasan Bandung Tekno Polis dan pembangunan gedung dan sarana pelengkapnya.
Bentuk kerjasama masih dalam proses yang antara lain dapat berupa:

• Hibah lahan 1 hektar kepada ITB untuk dikembangkan sebagai innovation park.
• ITB memimpin pembangunan innovation park di lahan tersebut dengan bangunan setinggi minimal 8 lantai.
• ITB akan mengelola kegiatan operasional innovation park dengan menghadirkan setiap komponen pengguna yang relevan.

Innovation park ini akan menjadi bagian dari Kawasan Bandung Teknopolis yang meliputi area residensial (perumahan & apartemen), area komersial (Super Mall, hotel, restoran, gedung pertemuan, dan pusat konvensi), dan area perkantoran (baik pemerintahan maupun swasta).


3. Produk Inovasi dan Teknologi

Beberapa produk yang dipertimbangkan untuk dikembangkan adalah dalam bidang-bidang sebagai berikut :
A. Industri Elektronika seperti:
• Biomedical Instrumentation & System
• Power electronic, smart grid, energy management system
• Industry Automation
• Cyber Security (Intruder detection system, Document Rights Management, Media protection)
• Commercial electronic
• Radar
• Smart City and Community
• Otomotive Electronic
• Smart Card based
• Food and Beverage Industry

B. Industri Kreatif yang meliputi:
• Animation & Game studio production
• Software House and Software Production services

Untuk menunjang pengembangan produk di bidang-bidang yang disebut di atas maka Bandung Innovation Park ini akan memiliki beberapa fasilitas laboratorium & produksi sebagai berikut:

• Electronic and Embedded System Design, prototyping & testing Lab.
• Cyber Forensic Lab.
• Network Software and Element Innovation Lab
• IC Design and Wafer Fabrication
• Animation center


4. Mitra Potensial dalam Pengembangan Bandung Innovation Park

Sesuai dengan fokus produk di atas Bandung Innovation Park akan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang sesuai seperti:

• General Electric
• Phillips di bidang alat kesehatan,
• Alstom di bidang Power Electronic,
• Marvell Technology yang membuat storage dan alat2 komunikasi.
• Blackberry
• Microsoft
• SAAB
• Hitachi
• LEN
• PT.INTI
• PT.POS INDONESIA
• PT.PINDAD
• PT.Dirgantara Indonesia

Perusahaan ternama di industri automotive yang mengedepankan automation juga merupakan calon mitra yang diharapkan hadir di Bandung Innovation Park ini.
     

5. Program Kegiatan Bandung Innovation Park

Bandung Innovation Park akan menjadi pertemuan dari applied research, yang merupakan muara dari basic research dan industry research, dengan proyek komersialisasi. Proyek Komersialisasi yang dimaksud di sini adalah hasil riset yang dalam proses incubation, market test, dan proses transisi menuju mass production. Bandung Innovation Park nantinya akan menjadi pusat inkubasi dari inovasi-inovasi yang akan diluncurkan ke pasaran, maupun menjadi tempat test products bagi industri-industri yang terlibat.

Tiga pemangku kepentingan yang harus dipertemukan, yaitu entitas organisasi industri swasta, pemerintah dan akademis. Ketiga pelaku utama tersebut nantinya akan menciptakan milieu inovasi bersama. Masing-masing dari ketiga pelaku tersebut tidak berdiri sebagai entitas individual yang harmonis, namun sebagai representasi dari sebuah jaringan, yang masing-masingnya mengakar pada sebuah sub-sistem industri dengan infrastruktur yang telah well-established.

Peran Bandung Innovation Park (BIP)
Bandung Innovation Park akan bertindak sebagai integrator, fasilitator dan inisiator atas ketiga pihak yang terlibat dalam kawasan innovation park . Dengan adanya BIP, diharapkan dapat mempengaruhi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. BIP akan berdiri sebagai organisasi yang terpisah, dengan divisi-divisi yang dapat membantu dan menumbuhkembangkan industri maupun kegiatan inovasi yang dinaunginya.

Kegiatan Bandung Innovation Park

A. Kegiatan riset dan pengembangan produk
Kegiatan riset dan pengembangan produk yang akan menjadi nafas dari BIP adalah kegiatan-kegiatan yang merupakan kontrak kerjasama antara beberapa pihak (bisa perusahaan, pemerintah, ataupun komunitas) berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Akan terdapat beberapa industri yang melakukan riset dan pengembangan pada BIP. Kerja sama tersebut maupun yang dilakukan secara independen oleh industri akan bersifat privat, untuk melindungi kerahasiaan dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perusahaan. Terdapat pula riset-riset dan percobaan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan rintisan (start-up companies). Perusahaan rintisan dapat menyewa ruangan sebagai kantor mereka dan melakukan percobaan-percobaan pada shared facility. Fasilitas ini merupakan atraktor utama untuk perusahaan rintisan, yang tidak memiliki kapital yang cukup besar untuk memiliki laboratorium atau tempat workshop pribadi. Fasilitas-fasilitas tersebut akan dikelola oleh divisi sarana dan prasarana BIP.

B. Pengujian produk inovasi milik industri
Industri-industri memiliki fasilitas penelitian yang memadai dan menghasilkan produk-produk yang siap dipatenkan. Namun, untuk menguji dan membuktikan keandalan dari produk-produk tersebut, industri membutuhkan tempat netral. BIP divisikan akan menyediakan tempat pengujian bersama tersebut, di mana pihak-pihak industri dapat membuktikan keunggulan produk mereka sebelum diluncurkan kepasaran. Pihak pemerintah dan akademisi dapat terlibat dalam proses pengujian ini, sebagai pihak netral yang dapat menguji produk mereka.

C. Inkubasi untuk perusahaan rintisan (start-up)
Pada kegiatan ini, BIP akan membantu perusahaan rintisan yang berbasiskan teknologi untuk mengembangkan produk dan bisnisnya sehingga perusahaan tersebut dapat menjadi mandiri. Bantuan yang diberikan meliputi aspek teknologi dan bisnis, termasuk dalam aspek pendanaan bisnis.

D. Konsultasi dan pusat informasi mengenai paten, teknologi dan ilmu pengetahuan
Pada kegiatan ini, pemerintah mempunyai peranan penting. Dengan masuknya pemerintah di dalam BIP, diharapkan dapat mempermudah dan memperjelas proses paten dari produk-produk yang dihasilkan oleh pihak industri maupun perusahaan rintisan. Pemerintah dapat memberikan konsultasi dan informasi mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai paten dan hal-hal lain yang berkaitan. Akan terdapat pula kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan kajian pasar, untuk mengetahui demand dari pasar, sehingga BIP dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang aplikatif.

E. Pameran, seminar dan konferensi
Sebagai pusat dari inovasi dan riset, BIP merupakan tempat yang tepat untuk mengadakan pameran mengenai produk-produk inovasi dari pihak industri, maupun perusahaan rintisan. Karakteristik dari BIP yang bersifat lebih kosmopolitan dan heterogen akan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Terlebih lagi, jika kawasan BIP memiliki koneksi yang kuat dengan kawasan residensial di sekitarnya. Kegiatan pameran ini diwacanakan dapat membuka wawasan bagi masyarakat luas akan potensi-potensi yang ada di Indonesia, terutama di bidang inovasi industri.
Open house merupakan kegiatan pameran yang diwacanakan akan menjadi pertemuan antara pihak industri dan perusahaan rintisan/penemu. Seringkali, penemu atau perusahaan rintisan memiliki inovasi-inovasi, namun tidak terlalu mengetahui kondisi pasar. Pihak industri merupakan pihak yang jeli mengetahui keadan pasar. Selain itu, pihak industri memiliki kapasitas untuk mengintegrasikan beberapa inovasi yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan rintisan menjadi sebuah produk yang sesuai dengan permintaan dan siap diluncurkan ke pasaran.

F. Training dan workshop untuk mengembangkan kewirausahaan
Kegiatan training dan workshop divisikan menjadi salah satu penunjang keberlangsungan BIP . BIP akan mengadakan kegiatan training dan workshop untuk menciptakan dan mendorong tumbuhnya entrepreneurs yang kemudian akan membuat perusahaan rintisan yang berujung pada berkembangnya BIP. Selain pelatihan penunjang kewirausahaan , BIP juga akan melaksanakan pelatihan yang lebih menangani aspek teknis atau content dari usaha-usaha di bidang yang ada di innovation park ini.

G. Konsultasi dan pusat informasi mengenai bisnis dan manajemen
Kegiatan ini memberikan bantuan kepada entrepreneurs yang akan atau sedang memulai perusahaan rintisan dalam aspek bisnis dan manajemen yang meliputi: manajemen keuangan, manajemen pemasaran, pembuatan rencana bisnis, membangun jaringan, dan lain lain. BIP juga akan mendatangkan mitra yang siap membantu perusahaan rintisan mendanai usaha mereka seperti Venture Capital, Angel Investors, maupun pihak perbankan.

H. Kegiatan sosialisasi dan diskusi
Kegiatan sosialisasi dan diskusi yang terjadi pada BIP diharapkan dapat membentuk milieu inovasi. Kegiatan sosialisasi dan diskusi dapat ditunjang oleh fasilitas-fasilitas yang disediakan pada BIP . Fasilitas-fasilitas tersebut adalah kafetaria, restaurant, café, toko-toko, fasilitas olahraga, maupun ruang-ruang terbuka hijau yang dapat mengakomodir kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dan diskusi diharapkan dapat mengikat antar pihak-pihak yang terlibat pada BIP , maupun dengan masyarakat di sekitarnya, sehingga dapat menjadi sebuah smart community.

I. Festival
BIP selaku pusat riset, inovasi dan ilmu pengetahuan diharapkan dapat menularkan segala potensinya kepada masyarakat luas, baik dalam skala regional maupun nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan festival yang dapat menjadi atraktor bagi banyak pihak kepada BIP . Festival yang divisikan akan terjadi pada BIP Gedebage dapat bersifat annual maupun eventual. Festival yang terjadi pada BIP dapat ditujukan untuk kalangan pelaku industri, akademisi, maupun masyarakat luas. Festival ini diharapkan dapat terus menyuntikan kegiatan-kegiatan baru pada BIP dan membentuk milieu inovasi.

6. Kebutuhan Infrastruktur Innovation Park

BIP akan berdiri pada bangunan mixed-use yang menampung berbagai fasilitas-fasilitas di dalamnya. Fasilitas-fasilitas tersebut digunakan secara bersama (shared facilities), namun terdapat beberapa ruang yang disewakan untuk start-up company. Fasilitas-fasilitas tersebut akan menampung kegiatan-kegiatan dalam kawasan tersebut. Untuk mendukung Innovation Park diperlukan infrastruktur pendukung yaitu :

a. Ruang Manajeman dan Administrasi Innovation Park
b. Lobi
c. Ruang Konferensi (kapasitas 100 orang)
d. Kafetaria
e. Galeri inovasi ITB
f. Laboratorium
g. Teaching Factory
h. Program Inkubasi Bisnis
  • Ruang tenan
  • Ruang rapat tenan besar (kapasitas 20 orang)
  • Ruang rapat tenan kecil (kapasitas 10 orang)
  • Ruang rapat utama (kapasitas 50 orang)
  • Co-Working space
  • Studio manajemen inovasi dan kewirausahaan
i. Ruang komersial industri/rekanan strategi


2. Lahan Innovation Park di Kawasan Bandung Technopolis

Dalam rangka pengembangan Bandung Innovation Park ini , ITB akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung dan pengembang kawasan tersebut, yaitu PT. Summarecon, dalam hal penyediaan lahan di kawasan Bandung Tekno Polis dan pembangunan gedung dan sarana pelengkapnya.
Bentuk kerjasama masih dalam proses yang antara lain dapat berupa:

• Hibah lahan 1 hektar kepada ITB untuk dikembangkan sebagai innovation park.
• ITB memimpin pembangunan innovation park di lahan tersebut dengan bangunan setinggi minimal 8 lantai.
• ITB akan mengelola kegiatan operasional innovation park dengan menghadirkan setiap komponen pengguna yang relevan.

Innovation park ini akan menjadi bagian dari Kawasan Bandung Teknopolis yang meliputi area residensial (perumahan & apartemen), area komersial (Super Mall, hotel, restoran, gedung pertemuan, dan pusat konvensi), dan area perkantoran (baik pemerintahan maupun swasta).

3. Produk Inovasi dan Teknologi

Beberapa produk yang dipertimbangkan untuk dikembangkan adalah dalam bidang-bidang sebagai berikut :
A. Industri Elektronika seperti:
• Biomedical Instrumentation & System
• Power electronic, smart grid, energy management system
• Industry Automation
• Cyber Security (Intruder detection system, Document Rights Management, Media protection)

B. Industri Kreatif yang meliputi:
• Animation & Game studio production
• Software House and Software Production services

Untuk menunjang pengembangan produk di bidang-bidang yang disebut di atas maka Bandung Innovation Park ini akan memiliki beberapa fasilitas laboratorium & produksi sebagai berikut:

• Electronic and Embedded System Design, prototyping & testing Lab.
• Cyber Forensic Lab.
• Network Software and Element Innovation Lab
• IC Design and Wafer Fabrication

4. Mitra Potensial dalam Pengembangan Bandung Innovation Park

Sesuai dengan fokus produk di atas Bandung Innovation Park akan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang sesuai seperti: General Electric dan Phillips di bidang alat kesehatan, Alstom di bidang Power Electronic, atau Marvell Technology yang membuat storage dan alat2 komunikasi.

Perusahaan ternama di industri automotive yang mengedepankan automation juga merupakan calon mitra yang diharapkan hadir di Bandung Innovation Park ini.





5. Program Kegiatan Bandung Innovation Park

Bandung Innovation Park akan menjadi pertemuan dari applied research, yang merupakan muara dari basic research dan industry research, dengan proyek komersialisasi. Proyek Komersialisasi yang dimaksud di sini adalah hasil riset yang dalam proses incubation, market test, dan proses transisi menuju mass production. Bandung Innovation Park nantinya akan menjadi pusat inkubasi dari inovasi-inovasi yang akan diluncurkan ke pasaran, maupun menjadi tempat test products bagi industri-industri yang terlibat.

Tiga pemangku kepentingan yang harus dipertemukan, yaitu entitas organisasi industri swasta, pemerintah dan akademis. Ketiga pelaku utama tersebut nantinya akan menciptakan milieu inovasi bersama. Masing-masing dari ketiga pelaku tersebut tidak berdiri sebagai entitas individual yang harmonis, namun sebagai representasi dari sebuah jaringan, yang masing-masingnya mengakar pada sebuah sub-sistem industri dengan infrastruktur yang telah well-established.

Peran Bandung Innovation Park (BIP)
Bandung Innovation Park akan bertindak sebagai integrator, fasilitator dan inisiator atas ketiga pihak yang terlibat dalam kawasan innovation park . Dengan adanya BIP, diharapkan dapat mempengaruhi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. BIP akan berdiri sebagai organisasi yang terpisah, dengan divisi-divisi yang dapat membantu dan menumbuhkembangkan industri maupun kegiatan inovasi yang dinaunginya.

Kegiatan Bandung Innovation Park

A. Kegiatan riset dan pengembangan produk
Kegiatan riset dan pengembangan produk yang akan menjadi nafas dari BIP adalah kegiatan-kegiatan yang merupakan kontrak kerjasama antara beberapa pihak (bisa perusahaan, pemerintah, ataupun komunitas) berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Akan terdapat beberapa industri yang melakukan riset dan pengembangan pada BIP. Kerja sama tersebut maupun yang dilakukan secara independen oleh industri akan bersifat privat, untuk melindungi kerahasiaan dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh perusahaan. Terdapat pula riset-riset dan percobaan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan rintisan (start-up companies). Perusahaan rintisan dapat menyewa ruangan sebagai kantor mereka dan melakukan percobaan-percobaan pada shared facility. Fasilitas ini merupakan atraktor utama untuk perusahaan rintisan, yang tidak memiliki kapital yang cukup besar untuk memiliki laboratorium atau tempat workshop pribadi. Fasilitas-fasilitas tersebut akan dikelola oleh divisi sarana dan prasarana BIP.

B. Pengujian produk inovasi milik industri
Industri-industri memiliki fasilitas penelitian yang memadai dan menghasilkan produk-produk yang siap dipatenkan. Namun, untuk menguji dan membuktikan keandalan dari produk-produk tersebut, industri membutuhkan tempat netral. BIP divisikan akan menyediakan tempat pengujian bersama tersebut, di mana pihak-pihak industri dapat membuktikan keunggulan produk mereka sebelum diluncurkan kepasaran. Pihak pemerintah dan akademisi dapat terlibat dalam proses pengujian ini, sebagai pihak netral yang dapat menguji produk mereka.

C. Inkubasi untuk perusahaan rintisan (start-up)
Pada kegiatan ini, BIP akan membantu perusahaan rintisan yang berbasiskan teknologi untuk mengembangkan produk dan bisnisnya sehingga perusahaan tersebut dapat menjadi mandiri. Bantuan yang diberikan meliputi aspek teknologi dan bisnis, termasuk dalam aspek pendanaan bisnis.

D. Konsultasi dan pusat informasi mengenai paten, teknologi dan ilmu pengetahuan
Pada kegiatan ini, pemerintah mempunyai peranan penting. Dengan masuknya pemerintah di dalam BIP, diharapkan dapat mempermudah dan memperjelas proses paten dari produk-produk yang dihasilkan oleh pihak industri maupun perusahaan rintisan. Pemerintah dapat memberikan konsultasi dan informasi mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai paten dan hal-hal lain yang berkaitan. Akan terdapat pula kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan kajian pasar, untuk mengetahui demand dari pasar, sehingga BIP dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang aplikatif.

E. Pameran, seminar dan konferensi
Sebagai pusat dari inovasi dan riset, BIP merupakan tempat yang tepat untuk mengadakan pameran mengenai produk-produk inovasi dari pihak industri, maupun perusahaan rintisan. Karakteristik dari BIP yang bersifat lebih kosmopolitan dan heterogen akan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Terlebih lagi, jika kawasan BIP memiliki koneksi yang kuat dengan kawasan residensial di sekitarnya. Kegiatan pameran ini diwacanakan dapat membuka wawasan bagi masyarakat luas akan potensi-potensi yang ada di Indonesia, terutama di bidang inovasi industri.
Open house merupakan kegiatan pameran yang diwacanakan akan menjadi pertemuan antara pihak industri dan perusahaan rintisan/penemu. Seringkali, penemu atau perusahaan rintisan memiliki inovasi-inovasi, namun tidak terlalu mengetahui kondisi pasar. Pihak industri merupakan pihak yang jeli mengetahui keadan pasar. Selain itu, pihak industri memiliki kapasitas untuk mengintegrasikan beberapa inovasi yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan rintisan menjadi sebuah produk yang sesuai dengan permintaan dan siap diluncurkan ke pasaran.

F. Training dan workshop untuk mengembangkan kewirausahaan
Kegiatan training dan workshop divisikan menjadi salah satu penunjang keberlangsungan BIP . BIP akan mengadakan kegiatan training dan workshop untuk menciptakan dan mendorong tumbuhnya entrepreneurs yang kemudian akan membuat perusahaan rintisan yang berujung pada berkembangnya BIP. Selain pelatihan penunjang kewirausahaan , BIP juga akan melaksanakan pelatihan yang lebih menangani aspek teknis atau content dari usaha-usaha di bidang yang ada di innovation park ini.

G. Konsultasi dan pusat informasi mengenai bisnis dan manajemen
Kegiatan ini memberikan bantuan kepada entrepreneurs yang akan atau sedang memulai perusahaan rintisan dalam aspek bisnis dan manajemen yang meliputi: manajemen keuangan, manajemen pemasaran, pembuatan rencana bisnis, membangun jaringan, dan lain lain. BIP juga akan mendatangkan mitra yang siap membantu perusahaan rintisan mendanai usaha mereka seperti Venture Capital, Angel Investors, maupun pihak perbankan.

H. Kegiatan sosialisasi dan diskusi
Kegiatan sosialisasi dan diskusi yang terjadi pada BIP diharapkan dapat membentuk milieu inovasi. Kegiatan sosialisasi dan diskusi dapat ditunjang oleh fasilitas-fasilitas yang disediakan pada BIP . Fasilitas-fasilitas tersebut adalah kafetaria, restaurant, café, toko-toko, fasilitas olahraga, maupun ruang-ruang terbuka hijau yang dapat mengakomodir kegiatan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dan diskusi diharapkan dapat mengikat antar pihak-pihak yang terlibat pada BIP , maupun dengan masyarakat di sekitarnya, sehingga dapat menjadi sebuah smart community.

I. Festival
BIP selaku pusat riset, inovasi dan ilmu pengetahuan diharapkan dapat menularkan segala potensinya kepada masyarakat luas, baik dalam skala regional maupun nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan kegiatan festival yang dapat menjadi atraktor bagi banyak pihak kepada BIP . Festival yang divisikan akan terjadi pada BIP Gedebage dapat bersifat annual maupun eventual. Festival yang terjadi pada BIP dapat ditujukan untuk kalangan pelaku industri, akademisi, maupun masyarakat luas. Festival ini diharapkan dapat terus menyuntikan kegiatan-kegiatan baru pada BIP dan membentuk milieu inovasi.

6. Kebutuhan Infrastruktur Innovation Park

BIP akan berdiri pada bangunan mixed-use yang menampung berbagai fasilitas-fasilitas di dalamnya. Fasilitas-fasilitas tersebut digunakan secara bersama (shared facilities), namun terdapat beberapa ruang yang disewakan untuk start-up company. Fasilitas-fasilitas tersebut akan menampung kegiatan-kegiatan dalam kawasan tersebut. Untuk mendukung Innovation Park diperlukan infrastruktur pendukung yaitu :

a. Ruang Manajeman dan Administrasi Innovation Park
b. Lobi
c. Ruang Konferensi (kapasitas 100 orang)
d. Kafetaria
e. Galeri inovasi ITB
f. Laboratorium
g. Teaching Factory
h. Program Inkubasi Bisnis
  • Ruang tenan
  • Ruang rapat tenan besar (kapasitas 20 orang)
  • Ruang rapat tenan kecil (kapasitas 10 orang)
  • Ruang rapat utama (kapasitas 50 orang)
  • Co-Working space
  • Studio manajemen inovasi dan kewirausahaan
i. Ruang komersial industri/rekanan strategi


© LPIK ITB | Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan. Peta Situs